FANA
Seolah tak ingin terbangun dari lelapnya tidur
Meninggalkan berjuta mimpi dalam dunia fantasi
Keelokan dan keluarbiasaan dunia seakan dalam genggaman
Namun …
Aku sadar itu akan berakhir jika matahari bersinar
Cambuk semu yang selalu nyata
Seakan menyadarkan jika hidup bukan hanya mengenai
kenikmatan
Berjuta impian, beribu angan, hanya dalam khayalan
Toh, direalita hidup diibaratkan cobaan
Senyum tipis telah merajalela
Namun, tanpa sadar tapi kuyakin
telah terbentuk sungai di ujung mata
di belahan jiwa yang lain
kepada jiwa-jiwa yang hidup, aku bertanya,
“Apakah hidup itu selalu tidak adil?”
Tapi, tak ada jawaban pasti
Tak ada jawaban sesuai mimpi
Kini, dalam kehalusan doaku, untuk yang tak terhitung
kalinya,
Kubentak Tuhanku,
“Mana? Mana hidup adil seperti janji-Mu ?”
Chintya Arum Mouliyane
Puisi "Fana"


Komentar
Posting Komentar